oleh

Antisipasi Paham Radikalisme, Korem 031/WB Bekali Prajurit Kontra Radikal

PEKANBARU – Antisipasi terpapar paham radikalisme, Komando Resor Militer (Korem) 031/Wira Bima gelar kegiatan Pembekalan Kontra Radikal pada prajurit jajaran Korem 031/WB. Jumat (11/9) di Aula Gedung Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 150 prajurit tersebut, dibuka Danrem 031/WB, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan yang diwakili Kasi Intel Korem 031/WB, Letkol Dedi Kurnia Harahap SH SIP dan dihadiri Kolonel Arh R Edy Setiawan selaku Ketua tim dari Siintelad.

Sesuai sambutan yang dibacakan Kasi Intel Korem 031/WB, Letkol Dedi Kurnia Harahap SH SIP, Danrem mengucapkan selamat datang dan berterimakasih kepada Ketua Tim Kolonel Arh R Edy Setiawan beserta rombongan yang telah hadir untuk memberikan materi tentang Kontra Radikal bagi prajurit jajaran Korem 031/WB. Dimana kegiatan Pembekalan Kontra Radikal ini sangat penting bagi prajurit dalam rangka membangun pertahanan diri dan mencegah terjadinya Radikalisme di Wilayah Provinsi Riau.

Tambahnya lagi saat ini, di Provinsi Riau terdapat 9 Kabupaten Kota yang juga merupakan wilayah kawasan Korem 031/WB akan melaksanakan Pilkada Serentak Tahun 2020. Yang tentunya perlu mendapat perhatian khusus dalam mengantisipasi kemungkinan atau potensi terjadinya Radikalisme.

“Untuk itu berkaitan dengan hal tersebut kepada seluruh peserta pembekalan diharapkan dapat mengikuti dan menyimak setiap materi yang diberikan dengan baik, dan bisa mengkoordinasikan dengan narasumber terkait hal-hal yang belum dimengerti. Sehingga materi yang disampaikan oleh narasumber dapat dipahami dan mampu diimplementasikan dalam penugasan kedepan,” ujarnya.

Sementara Asisten Intelijen Kasad dalam sambutannya yang disampaikan Ketua Tim Kolonel Arh R Edy Setiawan mengatakan jika Radikalisme adalah suatu ideologi, gagasan atau paham dengan cara ingin melakukan perubahan pada system sosial dan poltik dengan menggunakan cara-cara kekerasan atau ekstrim. Dimana kelompok Radikal ini biasanya menginginkan perubahan tersebut dalam tempo singkat serta secara drastis yang bertentangan dengan system sosial yang berlaku.

“Perkembangan radikalisme dalam era globalisasi ini terus meningkat. Hal itu juga ditambah dengan berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat banyaknya gerakan paham radikal muncul. Terutama dalam media sosial,” jelasnya.

Sejalan dengan upaya pemerintah dalam menguatkan paham radikalisme sesuai ideologi Negara. Ia berharap TNI khususnya TNI AD juga bisa terus berupaya dengan maksimal dan menjadi personel profesional.

“Kita berharap kegiatan Kontra Radikalisme ini bisa memberikan pemahaman kepada prajurit agar tidak ada yang terpapar paham Radikal. Karena kegiatan Kontra Radikalisme ini juga merupakan upaya penanaman nilai-nilai nasionalisme serta nilai-nilai non kekerasan bagi prajurit dan keluarga.(Pen031)

Breaking News