oleh

Babinsa Koramil 07/Reteh menghadiri acara Sosialisasi Pajak Daerah

PULAU KIJANG, ALTADURINUSANTARA.COM|

Sosialisasi Pajak Daerah yang digelar oleh Kecamatan  Reteh tadi pagi (28/11/19), diharapkan dapat membantu peningkatan Pendapatan Asli Daerah PAD yang selama beberapa tahun terakhir.

Khususnya dari sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan – dan di harapan kepada pengusaha dan masyarakat harus terus membayar wajib pajak yang setiap tahunnya, untuk Kecamatan Reteh.

Camat Reteh, M.Rapi optimis peningkatan PAD pada tahun ini, dapat terealisasi dengan optimal. Salah satunya melalui gencarnya sosialisasi kepada para pelaku usaha,  di Kec.Reteh ini.

Badan Keuangan Daerah kecamatan Reteh menurutnya rutin menggelar sosialisasi wajib dalam satu tahun, untuk mendukung upaya tersebut. Di samping itu, kesadaran para Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajibannya juga menjadi jalan, untuk mendukung peningkatan PAD Kecamatan Reteh dari tahun ke tahun.

Babinsa Koramil 07/Reteh juga menegaskan kepada masyarakat dalam Sosialisasi Pajak Daerah yang digelar Badan Keuangan Daerah kecamatan (28/11/19).

“Selain menggandeng para pelaku usaha Badan Keuangan Daerah Kecamatan juga turut mengundang para pengusaha, Rt,Rw dan masyarakat, yang juga termasuk sebagai Wajib Pajak yang potensial. Para notaris juga turut menjadi narasumber, untuk memberikan penjelasan terkait kewajiban perpajakan dari segi dasar-dasar hukum. “ungkap nya.

Kadispenda Kab.inhil Diwakili oleh Sdra Rajudin S.E.,MSI. mengungkapkan ada 250 Wajib Pajak dari berbagai sektor usaha, yang diundang dalam sosialisasi pertama di awal tahun 2019. Selain berupaya meningkatkan PAD dengan ketaatan para Wajib Pajak potensial tersebut, sosialisasi juga ditujukan untuk mengenalkan atau menjelaskan kembali dasar-dasar hukum, maupun aturan terkait Pajak Daerah.

Apalagi tentunya ada beberapa hal yang mengalami perubahan, dan tentunya harus segera dijelaskan kepada para Wajib Pajak. Subhan menambahkan, “Pihaknya juga berupaya mengubah sejumlah mekanisme yang selama ini dinilai merepotkan, menjadi lebih ringkas untuk memudahkan Wajib Pajak melaksanakan kewajiban perpajakannya.(Red/Brt).

Breaking News