oleh

Babinsa Panutan Petani PPU, Kopral Gampang Anggota Koramil 0913-01/Penajam Terus Berkarya

PENAJAM. ALTADURINUSANTARA – Bukan isapan jempol belaka, Babinsa tak hanya semata untuk melaksanakan pembinaan teritorial saja. Lebih dari itu. Meliputi banyak sekali aspek. Yaitu aspek SDM, SDA, sarana-prasarana dan infrastruktur di wilayah binaannya. Nah, seperti yang dilakukan seorang Koptu Gampang yang kesehariannya menjabat sebagai Babinsa Kelurahan Petung, kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Selasa (9/3/2021).

 

 

Ia berhasil menggerakkan petani desa melalui tanaman hortikultura dan sayur-mayur. Bahkan, Kopral Gampang yang awalnya menjadi sekertaris kini dipercaya menjadi Ketua Poktan Harapan Baru dan Ketua Gapoktan Bina Tani Mandiri Desa Giripurwa. “Saat ini ada 32 petani hortikultura dan sayur-mayur di Desa Giripurwa yang saya bina. Dengan rata-rata lahan yang digarap seluas 2 hektare per orang,” ujar Babinsa Petung Kopral Satu Gampang baru-baru ini.

Ia juga bertani. Lahan yang ia harap luasnya 2 hektare. Setengah hektare merupakan lahan pribadi. Yang dibeli sejak tahun 2008. Sisanya ialah lahan yang dipinjamkan dari masyarakat. Lahan itu kosong yang tidak termanfaatkan selama ini. “Bertani merupakan hobi saya, sementara sebagai Babinsa yang harus membina desa merupakan tugas utama saya. Maka kemampuan bertani ini menjadi tanggung jawab saya untuk menularkan kepada warga binaan saya,” ucapnya.

Koptu Gampang juga membina masyarakat untuk menanam berbagai komoditi hortikultura. Seperti pepaya madu, pepaya california, dan semangka. Sementara tanaman sayur antara lain sawi, terong, dan cabai. Untuk pepaya, rata-rata per hektare terdiri antara 1.000 -1.500 pokok. Setelah 8 bulan pasca tanam, pepaya sudah bisa panen. Pada panen perdana ini, rata-rata per hektare sepekan menghasilkan 750 kilogram. “Saat umur pohon 2,5 tahun bisa produksi 1,5 ton per hektare per pekan. Untuk harga fluktuatif antara Rp 3.000 per kg hingga Rp 6.000 per kg, tapi rata-rata Rp 5.000 per kg,” terangnya.

Untuk pemasaran hasil panennya itu, ia mengaku tidak sulit untuk menjualnya. Karena banyak pembeli yang justru datang. Kemudian ada pula yang dijual ke pasar terdekat. Yakni Pasar Petung dan Pasar Induk, bahkan ada pembeli dari Balikpapan. Malahan saat ini ia kewalahan melayani pembeli. Terutama untuk permintaan pepaya madu. Sehingga pepaya tersebut tidak pernah masak di pohon.

Karena masih mengkal pun sudah ada pembeli yang datang. “Pembelinya kebanyakan langsung datang ke sini. Ada juga yang pesan melalui daring (medsos), mereka akan datang dan bayar setelah barang siap. Pokoknya soal penjualan, saya tidak repot karena mereka datang sendiri,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Danramil Penajam Kapten Inf Imam Safii mengemukakan dengan kegiatan yang dilakukan Babinsanya itu sebagai tidak lanjut program pemerintah untuk memanfaatkan lahan tidur atau kosong agar ditanami tanaman yang produktif seperti jagung dan sayur-sayuran lainnya, yang di kerjakan disela-sela waktu senggangnya.

Ia juga menambahkan, “Kegiatan ini juga menindaklanjuti anjuran Menteri Pertanian yang disampaikan Dandim 0913/PPU Letkol Inf Dharmawan, melalui gerakan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menggalakkan masyarakat menanam sayuran sehingga saat harga naik tidak perlu ada kekhawatiran,” pungkasnya.

Sumber Dim 0913/PPU

Breaking News