oleh

Camat H. Turing Ritonga Mewakili Bupati Labuhanbatu Hadir Dalam Acara Wisuda Hafizh Qur’an Ponpes Nahdhatul ‘Ulum

Altadurinusantara, Labuhanbatu – Camat Rantau Utara (Ratu) H. Turing Ritonga, S.T.,M.M mewakili Bupati Labuhanbatu, H. Andi Suhaimi Dalimunthe, S.T.,M.T, menghadiri acara wisuda Hafizh Qur’an Pondok Pesantren dan Madrasah Tahfizh Qur’an Nahdhatul ‘Ulum. Sabtu (26/12/20).

Santri-santri Hafizh Qur’an diwisuda di Pondok pesantren dan Madrasah Tahfizh Qur’an Nahdhatul ‘Ulum dibawah pimpinan Ustadz Heri Kusmiadi, SH.I, berlokasi di lingkungan bawah dua kelurahan Aek Paing Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu.

Pondok pesantren dan Madrasah Tahfizh Qur’an Nadhatul ‘Ulum, baru satu tahun berdiri sudah mencetak 6 santri tingkat SMP hafal Qur’an dua juz dan santri tingkat TK dan SD hafal Al Qur’an 1 zus sebanyak 13 orang.

Dikesempatan itu Camat Rantau Utara H. Turing Ritonga, S.T.,M.M mewakili Bupati Labuhanbatu dalam kata sambutannya menyampaikan pesan “kepada anak-anak yang baru diwisuda agar terus belajar dan mendalami kitab suci Al Qur’an, karena Al Qur’an sebagai penunjuk jalan hidup manusia kejalan kebenaran dan keselamatan didunia dan Diakhirat.

“Sekarang zaman teknologi banyak generasi muda membuang waktunya dengan bermedia sosial, bertiktok dan lainnya, jika tidak kita bimbing maka mereka akan lupa dan dikhawatirkan semakin tidak mengenal Al Qur’an, jika itu terjadi maka suatu kesalahan bagi kita selaku orang tua,” Pesan Camat.

Bersyukurlah bagi orang tua yang dapat memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anaknya apalagi tentang agama, bisa menghafal Al Qur’an itu bukan suatu kebetulan ataupun hal mudah, jika tidak diajarkan dan dibimbing di wadah atau tempat pendidikan yang tepat maka itu tidak akan terjadi.

“Mari kita dukung pondok pesantren ini agar semakin berkembang mencetak santri-santri penghafal Al Qur’an kedepannya,” Tutup Camat.

Perlu diketahui Tahfidz Al-Quran adalah proses untuk memelihara, menjaga dan melestarikan kemurnian Al-Quran yang diturunkan kepada Rasulullah SAW, di luar kepala agar tidak terjadi perubahan dan pemalsuan serta dapat menjaga dari kelupaan baik secara keseluruhan maupun sebagiannya.

Proses untuk merealisasikan penjagaan kemurnian dan keotentikan Al qur’an pasti membutuhkan proses yang panjang hal ini perlu adanya wadah dan system yang tepat, salah satu hal awal yang di lakukan adalah dengan adanya pembelajaran dan pengajaran yang dapat mendukung sepenuhnya.

Tampak hadir dalam acara wisudah Hafizh Qur’an tersebut, Camat Rantau Utara, H. Turing Ritonga, S.T.,M.M, Lurah Aek Paing Parida Hanum, SP.d.,M.M, Pimpinan Ponpes Nadhatul ‘Ulum, Ustadz Heri Kusmiadi, SH.I serta Para Orang Tua Santri dan Santriwati. (Brt)*

Breaking News