oleh

Dalam Rangka Mendukung Proses Pendidikan di Wilayah Perbatasan RI-PNG, Satgas Pamtas Yonif 403/WP Jadi Guru Matematika di SD Inpres Tatakra Provinsi Papua

Altadurinusantara, KEEROM – Dalam rangka mendukung program pendidikan nasional, Prajurit Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Pos Tatakra menjadi Guru matematika bagi siswa-siswi SD Inpres di Kampung Tatakra, Distrik Web, Kabupaten Keerom, Papua.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Letkol Inf Ade Pribadi Siregar, S.E., M.Si., dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua. Sabtu, (05/06/2021).

Dansatgas mengungkapkan, bahwa pendidikan adalah faktor utama dalam menentukan apakah seseorang itu berkualitas atau tidak, dengan pendidikan seseorang bisa tahu segala macam informasi dan pengetahuan. Pendidikan merupakan faktor yang amat penting untuk menunjang kemajuan suatu negara, bukan hanya pendidikan akademik saja, namun moral dan keterampilan juga tidak kalah penting dalam mewujudkan terciptanya suatu generasi bangsa yang baik dan maju.

“Wilayah perbatasan yang pada hakikatnya merupakan daerah terdepan sebagai pintu gerbang untuk memasuki Indonesia, hendaknya menjadi cerminan bahwa Indonesia memiliki bangsa yang cerdas, bermoral, berkarakter dan memiliki keterampilan (skill) yang baik, dengan harapan anak-anak generasi penerus bangsa khususnya di wilayah perbatasan dapat memberikan gambaran bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) yang baik pula sebagai wujud dari keluaran (output) yang maju dan modern dalam bidang pendidikan,” ucap Dansatgas.

“Oleh karena itu, mengikuti perkembangan jaman yang semakin maju tentu tuntutan generasi saat ini lebih berat yaitu anak-anak generasi penerus di wilayah perbatasan harus memiliki kualitas pendidikan yang mampu mengikuti perkembangan tersebut dan bilamana hal ini tidak terlaksana bahkan jauh dari harapan maka tidak jarang akan terjadi kesenjangan pendidikan dan kesejahteraan di perbatasan yang dapat mengikis rasa nasionalisme yang bukan tidak mungkin juga akan mengancam kedaulatan bangsa,” tutup Dansatgas.

Di tempat terpisah, Danpos Tatakra Letda Inf Triyanto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud ambil bagian dari TNI dalam rangka membantu pemerintah di bidang pendidikan, mengingat Kampung Tatakra hanya memiliki guru relawan yang terbatas dan belum memiliki tenaga pengajar atau guru bidang matematika sehingga Satgas Pamtas Yonif 403/WP tergerak untuk mengajarkan anak-anak belajar ilmu matematika.

“Diharapkan dengan kegiatan yang dilakukan ini anak-anak binaan kami minimal bisa membaca, menulis dan berhitung matematika dasar baik penjumlahan, pengurangan dan perkalian, karena tiga aspek tersebut merupakan kunci utama untuk anak-anak memperoleh pengetahuan yang lebih luas lagi kedepannya,” pungkas Triyanto.

“Senang sekali kami mendapat kesempatan mengajar anak-anak yang masih polos dan lugu ini, yang baru sedikit tersentuh modernisasi serta gaya hidup masa kini, saat mengajar suasananya sangat akrab dengan mereka, ditambah semangat dan motivasi belajarnya yang tinggi, seolah tidak ada jarak yang memisahkan,” tambah Triyanto.

Terpisah, Salah satu guru relawan di SD Inpres Tatakra Bapak Celcius Ball (45) membenarkan bahwa jumlah tenaga guru di SD Inpres ini sangat terbatas di hadapkan dengan kurikulum pendidikan yang memiliki standar mata pelajaran yang banyak untuk di ajarkan kepada siswa-siswinya, sehingga kami sangat menyambut baik kehadiran bapak-bapak Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista dalam kesediaannya membantu mengajar di SD Inpres ini.

“Betul, bapak dan ibu guru yang mengajar di sekolah ini terbatas, jadi kami sangat senang dan menyambut baik kedatangan bapak-bapak TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 403/Wirasada Pratista yang bersedia membantu mengajar di sekolahan kami,” tutur Celcius. (Pen Satgas Yonif 403/WP). Brt*

Breaking News