oleh

Masih Berduka Pasca Banjir, TNI Kembali Membuat Warga Desa Pematang Menangis

LABURA, ALTADURINUSANTARA.COM – Banjir bandang yang menerjang Desa Pematang Kabupaten Labuhanbatu Utara di penghujung tahun 2019 ini turut mengisahkan kepedihan di hati warga di wilayah tersebut.

Ganasnya arus air membuat 9 rumah hanyut, 17 lainnya rusak parah, 2 jembatan dan jalan penghubung antar Desa putus, sawah milik warga seluas 15 Ha juga mengalami kerusakan.

Kepedihan itu semakin terlihat pada salah satu warga yang menyaksikan pihak TNI membangunkan jembatan yang mengubungkan dusun Siria-ria Desa Pematang menuju Desa-desa lainnya.

Misrawati (35) warga Dusun Aek Riung Sigambal saat di temui awak media dengan mata berkaca-kaca menceritakan apa yang sedang dirasakannya.

“Saya dari tadi disini melihat Bapak-bapak TNI membuat jembatan ini mau menangis. Sangat peduli kali dengan kami disini,” ucapnya.

Lebih lanjut Misrawati bercerita, tepatnya pada Sabtu (28/12/2019) hujan deras mengguyur Desa Pematang sejak pukul 7 malam hingga sekitar pukul 23.30. Saat sedang tertidur dirinya mendengar suara air sangat besar, kiri kanan bunyi dan kami ketakutan hingga gemetar. Kemudian suaminya menanyakan senter untuk mengecek sepeda motor yang biasa dipakai untuk berjalan ke ladang.

“Kami orang Sigambal pak, jadi ada rambung kami disini, mencari makan disinilah. Waktu suamiku mau nengok kereta itu, ku bilang udahlah bang biarkan aja kereta itu dari pada kita nanti tenggelam, kami hanya menangis, berdoa dan cari tempat yang lebih aman. Kalau anak-anak terdiam karena ketakutan,”ucapnya lagi.

Selain itu, Misrawati juga turut mengucapkan ribuan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu masyarakat di wilayah tersebut.

“Tidak ada satupun warga yang ikut membantu buat jembatan. Hingga ujan-ujanan Bapak TNI ngangkati kayu, ya allah kami sangat berterimakasih, bangga, terharu, untuk Bapak TNI makasih udah bantu kami, tidak tau mau bilang apalagi, nangis aku nengok orang Bapak TNI ini,”ucapnya lagi sambil menyapu airmatanya.

Media Online Kodim 0209/LB

Breaking News