oleh

Soal Meninggalnya Serda Iman, Tidak Ada Ditemukan Tanda Kekerasan, Luka Dileher Bekas Suntikan Formalin

ALTADURINUSANTARA.COM|, Soal dugaan-dugaan Kejanggalan yang dirasakan keluarga atas meninggalnya Serda Iman Berkat Gea, Senin (4/11/2019) lalu, saat latihan beladiri mulai terjawab.

Kepada wartawan, Kapendam I/BB Kolonel Inf Zeni, Jum’at (8/11/2019) siang menjelaskan bekas luka jahitan di leher prajurit Yon 122/TS  tersebut merupakan bekas suntikan formalin.

“Jadi, saya jelaskan mas bahwa bekas luka jahitan di leher Serda Iman tersebut merupakan hasil dari suntikan formalin. Karena permintaan keluarga agar jenazah korban di suntikkan formalin yang dapat bertahan hingga 10 hari. Menurut keterangan dokter forensik, jika di formalin melalui kaki hanya dapat bertahan selama 3 hari. Sehingga harus disuntikkan melalui lehernya,” jelas Kolonel Zeni kepada wartawan melalui panggilan WhatsApp nya dikutip dari kulitinta. com.

Ia juga meminta agar seluruh pihak tidak memviralkan kejadian duka tersebut kepada warganet.

“Ini kan suasana berduka, janganlah di viralkan, kasihan keluarga yang ditinggalkan. Seharusnya suasana berkabung ini diisi dengan doa, agar arwah almarhum dapat tenang disana,” harapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, dikabarkan Serda Iman Berkat Gea meninggal dunia akibat kecelakaan latihan bela diri Tarung Derajat di Lapangan Bola Kompi B Yonif 122/TS di Dolok Masihul

Sebagaimana diketahui bahwa itu, Serda Iman yang merupakan Danru 3 Ton 1 Kompi B melaksanakan latihan bela diri Tarung Derajat dengan materi Sparing dengan pelatih Habibi (39), melawan Pratu Ardita, Senin (4/11/2019) sekira pukul 17.00 WIB.

Selang lima belas menit latihan tersebut, Serda Iman Berkat Gea mendapat tendangan dada bagian kiri yang dilakukan oleh Pratu Ardita hingga membuatnya terjatuh. Meski sempat bangkit, Serda Iman kembali terjatuh hingga tak sadarkan diri.

Melihat hal tersebut, Serda Iman Berkat Gea ditangani oleh Bakes Kompi, Jaka Prayitno dan kemudian langsung dibawa ke Klinik Buah Hati dolok masihul dan ditangani oleh dr. Mona. Sekira pukul 18.00 WIB, Serda Iman dinyatakan meninggal dunia oleh dokter.

Meninggalnya prajurit Yonif 122/TS tersebut tidak hanya pihak keluarga saja yang berduka, seluruh prajurir Kodam I /BB, khususnya Batalyon Infantri 122/TS paling berduka, apalagi Danyon 122/TS Letkol Inf Ahmad Aziz yang ikut langsung memgantarkan jenazah ke Pulau Nias gunakan pesawat beserta anggotanya. Tanggungjawab terhadap bawahan telah ditunjukan Danyon.

Sebagaimana dilansir Sindonews.com, Kepala Staf Medis Fungsional (SMF) RSUD Deli Serdang,Abdul Gafar Parinduri yang dihubungi Sindonews.com via telepon,Sabtu (9/11/2019) mengatakan,pihaknya hanya melakukan pemeriksaan jenazah dari luar,dan kesimpulannya tidak ditemukan adanya tanda kekerasan yang menyebabkan kematian Serda Iman Berkat Gea.

“Tim medis RSUD Deli Serdang hanya melakukan visum luar,dan secara umum tidak ada ditemukan tanda kekerasan atau luka yang menyebabkan kematian Serda Iman Berkat Gea,” sebut Abdul.

Ditanya adanya kecurigaan keluarga korban dengan luka di leher kiri yang dinilai mencurigakan,menurutnya merupakan luka setelah kematian,yang diperuntukan memasukan zat pengawet atau formalin pada tubuh Serda Iman Berkat Gea.

“Karena sesuai peraturan penerbangan jenazah yang akan dibawa dengan pesawat harus diawetkan,maka jenazah Serda Iman Berkat Gea diformalin untuk diawetkan selama 10 hari,dengan menggunakan suntik besar,karena cairan yang akan dimasukan banyak,dan disuntikan melalui leher kiri,kemudian setelah cairan formalin dimasukan bekas suntikan dijahir kembali supaya cairan formalin tidak keluar,” ujar Abdul.(sumber kulitinta/sindonews, Brt)

Breaking News