oleh

Suami Meninggal Tidak Wajar, Istri Keberatan Minta Keadilan

Altadurinusantara, Labura – AlmarhumAhmad Tua Siregar (44) warga dusun III Desa Sibito Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara meninggal dunia dengan tidak wajar, dimana didapati disekitar tubuh korban terlihat bekas memar bekas pukulan, diduga  keras korban dianiaya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Informasi yang dirangkum awak media ini dilapangan sebelum meninggal dunia korban mengendarai sepeda motor melintas dijalan lintas dusun II Unte Mungkur Desa Sibito Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara, Senin lalu menuju Parsoburan/Tobasa bekerja sebagai jualan (along along red) (12/10/20).

Disaat mengendarai sepeda motornya korban ada menyenggol seorang anak warga dusun II Unte Mungkur Desa Sibito Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu utara, yang menyebabkan anak dimaksud mengalami luka-luka.

Atas kejadian itu diduga orang tua anak tersebut inisial AS (42) beserta adiknya inisial TS (25) tidak terima sehingga melakukan pemukulan kepada korban dan kuat dugaan korban meninggal dunia akibat dianiaya.

Hal itu dikuatkan dari keterangan saksi-saksi warga sekitar yang sempat melihat kejadian penganiayaan tersebut, dimana ayah dan paman anak tersebut memukul dan menunjang korban sebelum meninggal dunia.

Kepada awak media, Sabtu (24/10/20) Sekitar pukul 17.30 Wib di dusun II Unte Mungkur Desa Sibito saksi inisial AN (17) menceritakan apa yang dilihatnya di tempat kejadian perkara (TKP) saksi mengatakan “yang saya lihat pula ya bang pas saya ke jaringan karena dikampung saya ini engak ada jaringan lalu saya pergi ke puncak bersama abang saya, lalu saya mendengar suara kecelakaan jatuh kereta gitu, saya menekong sama abang ini, menekong kita bang ayoklah katanya kami tekongkan, gitu sampai tempat kejadian disitu ada pokok pinang pula ya bang, di kejadian itu saya menampak bernama TS menunjang almarhum ini, lalu almarhum tercampak terselpok lututnya, gitu terselpok lututnya almarhum ini berdiri lalu minta maaf kepada ayah anak yang dilanggar ini, dia minta maaf, AS ayah dari anak inipun menumbuk almarhum dan ditangkis almarhum.

“Gitu dia menangkis tumbukan dari ayah anak yang dilanggar ini, langsung almarhum lari, gitu dia lari sampai kejadian di jembatan sana dia diangkat ke kereta, setelah itu TS paman anak itu, mengejar almarhum sambil dilarikan pakai kereta, gitu sampai dirumah bidan, TS berhenti mengejar almarhum ini, balik dia ke belakang mengambil kereta nama keretanya scupy, setelah diambilnya scupy itu dikejarnya balik ke seberang itu, mungkin mau dianiaya atau mau dihajarnya lagi karena dia belum puas kayak gitu,” Tutur Saksi.

Setelah itu datang kepala lorong minjam kereta kami ya kan bang, pigi dia keseberang, diberhentikannya TS ini, ditumbuknya pipi TS ini terdiam TS itu, sampai seberang sana saya tidak ikut sampai sana saya berhenti dikejadian itu lalu saya bertanya-tanya pada orang lain, Ucap AN.

Sementara itu ditempat yang sama menurut keterangan saksi Inisial TS (20) abang AN menjelaskan “pas kami mutar itu kutenggok TS ini mencekik almarhum dari belakang, habis itu TS ini dipegangi, kan orang sudah ramai disitu, pas dia lepas dari pegangan ini datang TS ini menunjang almarhum dari belakang, itulah tersungkur almarhum keparit itu, habis itu datanglah bang bornok ini membawa dia pergi dari sini, TS ini mengejar almarhum dari belakang lari, ngak dapat dia sampai sana pigi dia balik pinjam kereta, saya masih duduk dikereta ini, pakai dulu keretamu dibilang kepala lorong sini bapak Jendrik Sipahutar dan dia mengejar kesana pakai kereta kami, Ungkap TS.

Menurut Saksi TS mendapat kabar almarhum sudah ngak bernafas lagi ngak berapa lama datanglah ambulan menjemput sudah meninggal almarhum sekitar 20 menitlah semenjak almarhum dibawa kesana, Tambah TS.

Masih ditempat yang sama keterangan dari sepupu korban Zf M (55) kepada awak media mengatakan “ditubuh almarhum terdapat bendolan dikening sama biram di belakang telinga sebelah kanan dan biram didada serta belakang punggung almarhum dan dugaan saya almarhum dianiaya, Kata Zf.

Jelas ZF lagi, “saat mau memandikan dari mulut almarhum keluar darah sekitar satu liter lebih sampai dikebumikan itu masih keluar darahnya dari mulut almarhum.”

“Saya minta tolong kepada bapak-bapak supaya dibantu mengungkap kematian almarhum dan minta keadilan yang seadil-adilnya,” Harap Zf kepada awak media.

Ditempat terpisah di kediaman almarhum Ahmad Tua Siregar di dusun II kampung baru Desa Sibito, istri almarhum Dahlia Hasibuan (42) juga menyampaikan hal senada memohon kepada awak media agar mengungkap kematian suaminya yang tidak wajar yang diduga meninggal dunia karena penganiayaan, “Saya minta keadilan atas matinya suami saya kepada penegak hukum saya minta keadilan,” Sebutnya seraya menangis tersedu-sedu.

Selanjutnya kepada awak media pihak keluarga korban menyampaikan akan membuat pengaduan ke kantor Polsek Aek Natas terkait meninggalnya almarhum Ahmad Tua Siregar serta meminta agar di usut sampai tuntas kematian almarhum dan memohon keadilan yang seadil-adilnya. Red*

Breaking News