oleh

TNI Latihkan Tagana ke Warga Desa di Kaki Gunung Sibayak 

ALTADURINUSANTARA.COM|

Sibolangit – Prajurit TNI dari Koramil 03/Sibolangit, Kodim 0204/Deliserdang, Serka Iqbal Sianturi memberi pelatihan tanggap bencana (Tagana) kepada warga dua desa, yakni Desa Martelu dan Desa Bukum, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Kamis (16/5/2019). Dua desa yang berada di bawah kaki Gunung Sibayak, sehingga memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup signifikan.

Selain pelatihan sebagai kader Tagana, Babinsa juga ikut membantu warga melakukan pembangunan tanggul saluran air yang berfungsi untuk antisipasi banjir bandang akibat hujan deras.

“Pelatihan sebagai kader Tagana dan pembuatan tanggul saluran air ini bertujuan untuk menjadikan warga dua desa lebih siap dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu muncul tanpa diduga-duga,” ucap Serka Iqbal Sianturi.

Dalam pelatihan Tagana, Serka Iqbal Sianturi ikut dibantu kepala Desa Martelu dan Desa Bukum. Materi latihan yang disoalisasikan antara lain menyangkut langkah antisipasi untuk menghadapi hujan deras yang memicu banjir bandang.

“Pelatihan Tagana ini sangat penting. Karena dua desa ini berada di kawasan hutan lindung yang cukup luas dan wilayahnya berada di kaki Gunung Sibayak, sehingga tingkat kerawanan bencana alam banjir sangat tinggi yang kalau tidak diantisipasi segera bisa berakibat vatal bagi warga dua desa,” urai Serka Iqbal Sianturi.

Pelatihan Tagana dan pendampingan Babinsa dalam pembangunan tanggul saluran air ini, mendapat respon luar biasa dari warga dua desa. Apalagi warga Desa Martelu. Warga merasa bersyukur Babinsa cepat memberi respon terhadap antisipasi bencana banjir bandang di wilayahnya. Sebab, beberapa waktu lalu banjir bandang telah terjadi di Desa Martelu. Bencana itu menyebabkan satu unit rumah hanyut tersapu oleh derasnya arus banjir bandang.

“Dengan sosialisasi dan pembangunan tanggul saluran air ini, diharapkan warga bisa lebih responsif terhadap langkah antisipasi bencana. Juga diharapkan, melalui sosialisasi ini nantinya, warga akan menjadi kader-kader Tagana yang ikut membantu meminimalisir jatuhnya korban akibat dampak bencana,” ucap Serka Iqbal Sianturi.

Di akhir kegiatan, Serka Iqbal Sianturi kembali berharap Desa Martelu dan Desa Bukum bisa menjadi Desa Tanggap Bencana (Tagana).

“Karenanya, seluruh elemen masyarakat dari dua desa, mulai kepala desa, sekretaris desa, lembaga-lembaga desa hingga komponen masyarakat, harus satu tujuan untuk menjaga lingkungan hutan lindung tidak dirusak oleh tangan-tangan tidak bertanggungjawab yang bisa menimbulkan bencana di masa depan,” pungkas Serka Iqbal Sianturi. (Sumber: Pendam I/BB)

Breaking News